Siapkah Mobil Listrik di Indonesia

0
631

otomampir.com – Langkah positif dilakukan pemerintah Indonesia menuju era Kendaraan Bermotor Listrik( KBL), salah satunya dengan ditandatanganinya Perpres No.55 tahun 2019 mengenai percepatan program KBL untuk transportasi jalan. Jika menilik salah satu pasal tepatnya pasal 36 pada peraturan tersebut yang mengindikasi bahwa jalannya peraturan ini akan memakan waktu setidaknya setahun, setelah Perpres ditandatangani, maka para pelaku industri akan memiliki waktu satu tahun ini untuk memastikan semua faktornya siap sehingga hasil yang didapat pun akan optimal.

Industri Otomotif, khususnya KBL sama seperti industri lainnya, tentu memiliki rantai proses yang cukup kompleks dari hulu hingga hilir. Berbagai insentif yang mungkin dapat muncul dari Perpres no.55, tentu akan memberikan dampak positif bagi investasi dan juga angka produksi kendaraan di tanah air yang komposisi nya akan mulai dimasuki oleh berbagai jenis Kendaraan Bertenaga Listrik (KBL) yang jika berkaca dengan roadmap kementrian perindustrian Indonesia, dimana 20% dari 1.69 juta pasar otomotif tanah air pada tahun 2025, akan mulai terisi oleh KBL, atau setidaknya akan ada 338 ribu unit KBL yang berpotensi  beredar dan diserap pasar.

Fransiscus Soerjopranoto EGM PT, menyatakan bahwa berdasarkan pengalaman para APM di Indonesia yang dalam kurun waktu 10 tahun  sudah memasarkan KBL yang rata-rata berjenis HEV.  Indonesia sendiri penetrasi nya belum cukup tinggi, artinya  sebuah tantangan besar untuk nantinya mencapai target roadmap di tahun 2025 dengan optimal. “Hingga saat ini setidaknya sudah ada lebih dari 5.400 pengguna jenis kendaraan KBL di Indonesia. Dan.. ini masih cukup rendah, bahkan tak sampai 1% dari total kendaraan yang ada.  Untuk penyetapan pasar yang optimal maka perlu adanya persiapan selama satu tahun.

Suryo menambahkan; kesiapan pasar  bisa dengan berbagai macam cara.  Misalnya, memberikan banyak informasi agar tingkat pengetahuan terhadap KBL semakin baik, penyiapan infrastruktur pendukung dan jaringan layanan,  yang tentunya banyak membantu mengurangi kekhawatiran. Penyelasan keuntungan yang juga bisa menjadi pemancing sehingga akan jelas terasa perbedaan bagi pengguna KBL dan kendaraan biasa, rasanya berbagai insentif di area hilir ini juga akan banyak membantu nantinya, sehingga tak hanya di area hulu efek positif nya tapi lebih total.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here